23 Feb 2011

UNIK | Pengemis Kaya | Siang Mengemis, Malam Tidur di Hotel

iang Mengemis, Malam Tidur di Hotel. Sejumlah warga Kota Juang Bireuen, Aceh, mengaku terheran-heran dengan perilaku pria berinisial Abd (50), warga Desa Blang Paseh, Sigli, Pidie. Pasalnya, pria tersebut mencari nafkah dengan mengemis di Bireuen. Tapi, pada malam hari ia bersama istrinya, Njh (41), justru menginap di hotel.

Pengemis bertubuh tambun dan berjenggot pirang, dengan rambut yang sudah ubanan itu, kini dilaporkan mulai meresahkan masyarakat Bireuen. Hasil penelusuran Serambi Indonesia, hingga Sabtu (19/2/2011) lalu, si pengemis sudah dua pekan menginap di hotel tersebut. “Kami heran ada pengemis tidur di hotel. Kalau siang mengemis di desa kami, padahal ia tampak sehat dan segar bugar,” ujar Yahya, seorang warga.

“Setiap pagi kami temukan bapak berjengot itu pakai baju koko, kain sarung, dan peci haji bersama istrinya sarapan pagi di sebuah warung dekat hotel tempat ia menginap,” imbuh warga Geulanggang Baroe, Kota Juang, Bireuen.
Mustafa dan Amirul Mukminin dari Desa Geulanggang Baroe juga sependapat dengan Yahya. Mereka berharap Pemkab Bireuen melalui dinas terkait menertibkan pengemis yang makin banyak berkeliaran di kabupaten itu. Salah satunya pengemis yang menginap di hotel tersebut. “Aneh tapi nyata, ada pengemis yang hidup mewah dengan menginap di hotel dan makan mewah pula,” pungkas Amirul.

Seorang petugas Hotel Purnamaraya yang konfirmasi Serambi Indonesia, membenarkan Abd bersama istrinya sudah 14 hari menginap di kamar bernomor 118. Anehnya, kata seorang petugas hotel, setiap Abd keluar hotel, pintu kamarnya digembok dari luar, sementara istrinya ditinggal di kamar hotel.

“Dia biasanya pergi pagi, terkadang pulangnya siang membawa sebungkus nasi untuk istrinya dan terkadang juga pulang sore. Dia membayar sewa kamar Rp 75.000 per hari. Sikapnya juga aneh dan egois serta sering ribut dengan petugas hotel. Kadang-kadang ia hanya mau membayar sewa kamar kepada saya,” kata seorang resepsionis hotel yang tidak mau namanya ditulis.

Abd terlihat bersama istrinya sarapan pagi di sebuah warung sebelah barat hotel tersebut. Ia membayar dengan uang pecahan ribuan yang sudah tergulung rapi. Dia mengambil dari saku kanan bajunya, yang diduga dari hasil mengemis. Namun, pria asal Sigli itu berbicara menggunakan bahasa campuran Aceh-Indonesia, baik dengan istri maupun warga.
 
Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Bireuen, Bustami Hamid, mengatakan pihaknya akan menertibkan para pengemis yang berkeliaran di daerah itu yang jumlahnya ratusan orang. “Para pengemis tersebut 50 persen berasal dari luar Kabupaten Bireuen. Kami akan minta polisi, TNI, dan Satpol PP atau aparat gabungan untuk menertibkan mereka,” pungkasnya. 
 
 

Makan Serangga, Jam Dinding Tak Perlu Baterai

 

Untuk mendapatkan energi, jam mengubah zat organik menjadi sumber energi.

Sekelompok desainer dan peneliti dari Bristol Robotics Laboratory, Inggris, berhasil membuat jam dinding yang tidak membutuhkan baterai atau sumber listrik agar dapat bekerja. Ia mendapatkan energi dari serangga yang ia “santap”.

Seperti dikutip dari Npr, 10 Februari 2011, untuk menangkap lalat, jam tersebut memiliki sabuk yang berputar. Sabuk tersebut dilapisi madu yang lengket.

“Jam ini beroperasi seperti penangkap lalat biasa. Lalat yang tertarik akan menghampiri madu lalu mendarat di sabuk itu. Ia kemudian akan menempel di sana,” kata Chris Melhuish, peneliti dari Birstol Robotics.

Sabuk pada jam tersebut berputar secara perlahan-lahan dan di bagian bawahnya terdapat pisau yang akan memotong setiap serangga yang tersangkut di sabuk.

“Setelah dipotong, serangga akan dijatuhkan ke dalam sel bahan bakar di bagian bawah. Perangkat inilah yang mengubah bahan organik menjadi energi listrik,” ucap Melhuish.

Menurut Melhuish, ide dari jam tersebut datang dari tanaman yang memangsa serangga untuk dijadikan sumber energi.

“Kami ingin dapat membuat alat yang bisa mencari sumber energinya sendiri dari lingkungan sekitar,” ucap Melhuish. “Khususnya di kawasan yang tidak terjangkau sinar matahari,” ucapnya.

Melhuish menyebutkan, jam karnivora yang ditemukan itu memang baru merupakan prototipe. Pada uji coba, delapan ekor lalat yang ia tangkap akan memasok energi yang cukup untuk membuat jam itu bisa beroperasi selama 12 jam.

“Ia memang belum mampu menangkap banyak lalat untuk memasok energi bagi motor yang ada di bagian atas ataupun jam digitalnya. Namun ini baru langkah awal,” ucap Melhuish.


Tujuh Ketakutan Teraneh di Dunia

Beberapa fobia paling aneh di dunia seperti dikutip dari blindloop adalah sebagai berikut.

Vestiophobia – takut pakaian
Individu yang mengalami ketakutan pada pakaian terbuat dari kain. Namun, penderitanya bukanlah seorang nudis. Mereka biasanya memakai pakaian yang sangat longgar serta memiliki pengalaman buruk yang berhubungan dengan pakaian. Sebagai contoh, alergi terhadap beberapa jenis kain atau ketentuan agama yang sangat ketat menyebabkan terjadinya vestiphobia.

Vestiophobia dapat disembuhkan melalui terapi bicara, terapi menyelami ketakutan, hypnotherapy dan sebagainya.

Pentheraphobia – fobia terhadap ibu mertua
Pentheraphobia adalah ketakutan irasional dan berlebihan seseorang terhadap ibu pasangan atau mertua akibat pengalaman buruk di masa lalu.

Motorphobia – takut mobil
Individu yang menderita fobia ini takut terhadap semua jenis kendaraan. Pada awal penyembuhan, pasien biasanya akan merasa panik dan menolak saat diminta membersihkan mobil atau kendaraan. Pengobatannya melalui terapi energi.

Trichophobia – takut rambut
Penderita Trichophobia akan merasa sangat jijik dan takut saat melihat rambut yang rontok pada pakaian atau tempat lain. Pasien ini bisa berteriak-teriak histeris melihat rambut yang berceceran.

Ephebiphobia – takut remaja
Ini adalah ketakutan melihat remaja. Penderitanya menghindari bioskop, taman, mal serta tempat yang biasanya ditemukan banyak remaja. Biasanya penderita memilih tinggal dalam rumah.

Scopophobia – takut dilihat orang
Penderita fobia ini merasa ketakutan intens pada orang yang menatapnya. Mereka cenderung menghindri tempat-tempat umum seperti pusat perbelanjaan.
 
Vomitophobia – takut muntah
Vomitophobia adalah ketakutan irasional akan muntah atau berada di sekitar orang lain yang muntah. Untuk menghindari ketakutan ini, Vomitophobia cenderung menghindari makan di luar, bersosialisasi dan pergi ke pest
 
 

16 Feb 2011

Obat Kanker Terampuh Yang Dirahasiakan

Selama ini kita tahu bahwa kanker hanya bisa diobati dengan terapi kemo. Namun tampaknya persepsi ini harus dihapus dan dibuang sejauh-jauhnya. Kenapa? Karena sebenarnya ada obat alami untuk membunuh sel kanker yang kekuatannya SEPULUH RIBU KALI LIPAT lebih ampuh dibanding terapi kemo. Obat alami ini adalah buah yang familiar dengan orang Indonesia.

Buah Sirsak

Tapi kenapa kita tidak tahu ?

Karena salah satu perusahaan Dunia merahasiakan penemuan riset mengenai hal ini serapat2nya, mereka ingin dana riset yang di keluarkan sangat besar, selama bertahun-tahun, dapat kembali lebih dulu plus keuntungan berlimpah dengan cara membuat pohon Graviola Sintetis sebagai bahan baku obat dan obatnya di jual ke pasar dunia…

Memprihatinkan, beberapa orang meninggal sia2, mengenaskan, karena keganasan kanker, sedangkan perusahaan raksasa, pembuat obat dengan omzet milyaran dollar menutup rapat2 rahasia keajaiban pohon graviola ini.

Pohonnya rendah, di brazil dinamai “Graviola”, di Spanyol “Guanabana” bahasa inggrisnya “soursop”. Di Indonesia, ya buah sirsak. Buahnya berduri lunak, daging buah berwarna putih, rasanya manis2 kecut/asam, dimakan dengan cara membuka kulitnya atau di buat jus.

Khasiat dari buah sirsak ini memberikan effek anti tumor/kanker yang sangat kuat, dan terbukti secara medis menyembuhkan segala jenis kanker. Selain menyembuhkan kanker, buah sirsak juga berfungsi sebagai anti bakteri, anti jamur (fungi), efektif melawan berbagai jenis parasit/cacing, menurunkan tekanan darah tinggi, depresi, stress, dan menormalkan kembali system syaraf yang kurang baik.

Salah satu contoh betapa pentingnya keberadaan Health Science Institute bagi orang2 amerika adalah institute ini membuka tabir rahasia buah ajaib ini. Fakta yang mencengangkan adalah : jauh dipedalaman hutan amazon, tumbuh “pohon ajaib”, yang akan merubah cara berpikir anda, dokter anda, dan dunia mengenai proses penyembuhan kanker dan harapan untuk bertahan hidup. Tidak ada yang bisa menjanjikan lebih dari hal ini, untuk masa2 yang akan datang.

Riset membuktikan “pohon ajaib” dan buahnya ini bisa :
• Menyerang sel kanker dengan aman dan efektif secara alami, Tanpa rasa mual, berat badan turun, rambut rontok, seperti yang terjadi pada terapi kemo.
• Melindungi sistim kekebalan tubuh dan mencegah dari infeksi yang mematikan.
• Pasien merasakan lebih kuat, lebih sehat selama proses perawatan / penyembuhan.
• Energi meningkat dan penampilan fisik membaik.

Sumber berita sangat mengejutkan ini berasal dari salah satu pabrik obat terbesar di Amerika. Buah Graviola di-test di lebih dari 20 Laboratorium, sejak tahun 1970-an sampai beberapa tahun berikutnya. Hasil test dari ekstrak ( sari ) buah ini adalah
• Secara efektif memilih target dan membunuh sel jahat dari 12 tipe kanker yang berbeda, diantaranya kanker : Usus Besar, Payu Dara, Prostat, Paru2, dan Pankreas.
• Daya kerjanya 10.000 kali lebih kuat dalam memperlambat pertumbuhan sel kanker dibandingkan dengan Adriamicin dan Terapi Kemo yang biasa di gunakan.
• Tidak seperti terapi kemo, sari buah ini secara selektif hanya memburu dan membunuh sel2 jahat dan TIDAK membahayakan/ membunuh sel2 sehat.

Riset telah di lakukan secara ekstensive pada pohon “ajaib” ini, selama bertahun-tahun tapi kenapa kita tidak tahu apa2 mengenai hal ini ? jawabnya adalah : begitu mudah kesehatan kita, kehidupan kita, dikendalikan oleh yang memiliki uang dan kekuasaan.

Salah satu perusahaan obat terbesar di Amerika dengan omzet milyaran dollar melakukan riset luar biasa pada pohon Graviola yang tumbuh dihutan Amazon ini. Ternyata beberapa bagian dari pohon ini : Kulit kayu, akar, daun, daging buah dan bijinya, selama berabad-abad menjadi obat bagi suku Indian di Amerika selatan untuk menyembuhkan : sakit jantung, asma, masalah liver (hati) dan reumatik. Dengan bukti2 ilmiah yang minim, perusahaan mengucurkan dana dan sumber daya manusia yang sangat besar guna melakukan riset dan aneka test. Hasilnya sangat mencengangkan. Graviola secara ilmiah terbukti sebagai mesin pembunuh sel kanker.

Tapi… kisah Graviola hampir berakhir disini. Kenapa?

Dibawah undang2 federal, sumber bahan alami untuk obat DILARANG / TIDAK BISA dipatenkan.
Perusahaan menghadapi masalah besar, berusaha sekuat tenaga dengan biaya sangat besar untuk membuat sinthesa/cloning dari Graviola ini agar bisa di patenkan sehingga dana yang di keluarkan untuk riset dan aneka test bisa kembali, dan bahkan meraup keuntungan besar. Tapi usaha ini tidak berhasil. Graviola tidak bisa di-kloning. Perusahaan gigt jari setelah mengeluarkan dana milyaran dollar untuk riset dan aneka test.

Ketika mimpi untuk mendapatkan keuntungan lebih besar ber-angsur2 memudar, kegiatan riset dan test juga berhenti. Lebih parah lagi, perusahaan menutup proyek ini dan memutuskan untuk TIDAK mempublikasikan hasil riset ini.

Beruntunglah, ada salah seorang Ilmuwan dari team riset tidak tega melihat kekejaman ini terjadi. Dengan mengorbankan karirnya, dia menghubungi sebuah perusahaan yang biasa mengupulkan bahan2 alami dari hutan amazon untuk pembuatan obat.

Ketika para pakar risetdari Health Science Institute mendengar berita keajaiban Graviola, mereka mulai melakukan riset. Hasilnya sangat mengejutkan. Graviola terbukti sebagai pohon pembunuh sel kanker yang efektif.

The National Cancer Institute mulai melakukan riset ilmiah yang pertama pada tahun 1976. hasilnya membuktikan bahwa daun dan batang kayu Graviola mampu menyerang dan menghancurkan sel2 jahat kanker. Sayangnya hasil ini hanya untuk keperluan intern dan tidak di publikasikan.

Sejak 1976, Graviola telah terbukti sebagai pembunuh sel kanker yang luar biasa pada uji coba yang di lakukan leh 20 Laboratorium Independence yang berbeda.

Suatu studi yang di publikasikan oleh The Journal of Natural Products meyatakan bahwa studi yang dilakukan oleh Catholic University di korea selatan, menyebutkan bahwa salah satu unsure kimia yang terkandung di dalam Graviola, mampu memilih, membedakan dan membunuh sel kanker Usus Besar dengan 10.000 kali lebih kuat dibandingkan dengan adriamicin dan Terapi Kemo.

Penemuan yang paling mencolok dari study Catholic University ini adalah : Graviola bisa menyeleksi memilih dan membunuh hanya sel jahat kanker, sedangkan sel yang sehat tidak tersentuh/terganggu . Graviola tidak seperti terapi kemo yang tidak bisa membedakan sel kanker dan sel sehat, maka sel2 reproduksi (seperti lambung dan rambut) dibunuh habis oleh terapi kemo, sehingga timbul efek negatif : rasa mual dan rambut rontok.

Sebuah studi di Purdue University membuktikan bahwa daun Graviola mampu membunuh sel kanker secara efektif, terutama sel kanker : prostate, pancreas, dan Paru2.

Setelah selama kurang lebih dari 7 tahun tidak ada berita mengenai Graviola, akhirnya berita keajaiban ini pecah juga, melalui informasi dari lembaga2 tersebut di atas.

Pasokan terbatas ekstrak Graviola yang di budidayakan dan di panen oleh orang2 pribumi Brazil, kini bisa di peroleh di Amerika.

Sirsak mempunyai manfaat yang sangat besar dalam pencegahan dan penyembuhan penyakit kanker.

Untuk pencegahan:
 
disarankan makan atau minum jus buah sirsak.
Untuk penyembuhan:
- 10 buah daun sirsak yang sudah tua (warna hijau tua) dicampur ke dalam 3 gelas air dan direbus terus hingga menguap
dan air tinggal 1 gelas saja.
- Air yang tinggal 1 gelas diminumkan ke penderita setiap hari 2 kali.
- Setelah minum, efeknya katanya badan terasa panas, mirip dengan efek kemoterapi.

Dalam waktu 2 minggu, hasilnya bisa dicek ke dokter, katanya cukup berkhasiat.
 
Daun sirsak ini katanya sifatnya seperti kemoterapi,
bahkan lebih hebat lagi karena daun sirsak hanya membunuh sel sel yang tumbuh abnormal
dan membiarkan sel sel yang tumbuh normal.

Sedangkan kemoterapi masih ada efek membunuh juga sebagian sel sel yang normal.
Sekarang anda tahu manfaat buah sirsak yang luar biasa ini. Rasanya manis2 kecut menyegarkan. Buah alami 100% tanpa efek samping apapun.Sebar luaskan kabar baik ini kepada keluarga, saudara, sahabat,dan teman yang anda kasihi.

Kisah lengkap tentang Graviola, dimana memperolehnya, dan bagaimana cara memanfaatkannya, dapat di jumpai dalam Beyond Chemotherapy : New Cancer Killers, Safe as Mother’s Milk, sebagai free special bonus terbitan Health Science Institute.
Buat yang masih ragu, apa salahnya kita mencoba, makan buah kan ga berbahaya . ga kayak makan racun hehehe


Cara Membuat Makalah

Makalah ini berisi informasi bagaimana cara membuat makalah yang baik dan lebih jauh lagi,bagaimana cara agar makalah tersebut dapat diterima di jurnal yang kita inginkan.Konteks dari pengolahan makalah Pengolahan makalah yang dimaksud disini mempunyai makna yang lebih tinggi daripada sekedar menulis. Yang dimaksud dengan mengolah disini adalah membuat dengan penuh perhatian, keahlian dan kecerdasan.

Dalam mengolah makalah, peneliti tidak hanya harus menulis makalahnya dengan konten yang valid, tapi juga menujukannya pada konteks sosial dan intelektual yang lebih tinggi dalam bidang risetnya. Hal ini perlu dilakukan supaya makalah bisa lebih diterima publik. Meskipun begitu, jangan sampai makalah yang dibuat itu jadi kehilangan tujuan utamanya. Tujuan utama harus tetap dipegang sambil mengakali supaya makalah tersebut juga bisa diterima.Mengolah makalah Berikut ini adalah 6 aturan dalam membuat makalah yang bisa diterima dalam suatu jurnal:
1. Sang pembuat makalah harus tahu pada jurnal mana ia ingin mengajukan makalahnya.
2. Pembuat makalah harus mencoba menulis dalam sudut pandang orang-orang yang membaca isi jurnal tersebut.
3. Pembuat makalah harus tahu siapa-siapa saja yang duduk dalam jajaran editorial pada jurnal tersebut.
4. Pembuat makalah harus tetap pada orientasi yang lurus yaitu pada ilmu pengetahuan dan bukan berorientasi pada pembaca.
5. Teori harus ada dan menjadi sentral dalam setiap makalah yang diajukan ke suatu jurnal riset.
6. Pembuat makalah harus mempertimbangkan untuk mengajak kolega yang terpercaya sebagai co-author.
7. Sang pembuat makalah harus tetap berpegang pada isu-isu etika.
8. Makalah riset harus benar-benar ditulis secara bersih dan rapih.

Mengajukan makalah dan menunggu
Setelah mengajukan makalah kita ke suatu jurnal, maka hal yang sulit berikutnya adalah menunggu. Kita harus menunggu dengan sabar sampai makalah kita benar-benar di-review dan diterima. Kalau dalam jangka waktu lama, maka kita perlu menghubungi pihak jurnalnya untuk menanyakan bagaimana kabar makalah yang kita ajukan. Memperbaiki makalah untuk jurnal yang sama maupun jurnal yang berbeda Jika makalah yang kita buat ternyata ditinjau secara negatif oleh peninjau di jurnal tersebut, maka kita harus analisa terlebih dahulu kenapa hal itu bisa terjadi. – Apakah editor atau peninjau menunjukkan komentar baha dia cukup mumpuni untuk memahami riset ini?

- Apakah peninjau memberikan alas an yang baik dan justifikasi persuasive untuk rekomendasinya kepada editor?
- Apakah editor memberikan alas an yang baik dan justifikasi persuasive atas keputusannya?
- Apakah makalah yang diajukan sudah melaporkan hasil risetnya secara baik

Apakah program risetnya memang benar-benar penting?
Setelah menganalisa berdasarkan pertanyaan-pertanyaan diatas, maka selanjutnya kita bisa mulai memperbaiki makalah kita untuk diajukan ulang jika makalah kita diminta diperbaiki atau untuk diajukan ke jurnal lain jika makalah kita ditolak. Berikut ini beberapa poin yang harus dilakukan dalam memperbaiki makalah:
1. Sang pembuat makalah harus benar-benar mencari kolega yang terpercaya untukmembantu perbaikan makalah.
2. Sang pembuat makalah harus mengambil keuntungan dari editor dan peninjausebagai “uji pasar”. Tanpa peduli bagaimanapun negatifnya perasaan mereka.
3. Daripada memendam kekesalan pada editor atau peninjau, pembuat makalah lebihbaik menghabiskan waktunya secara produktif untuk membuat perbaikan-perbaikan.
4. Sang pembuat makalah harus mengecek ulang “bagian yang tidak boleh diganggu-gugat” dari makalahnya.
5. Jika editor meminta perbaikan, maka pembuat makalah juga harus menulis dokumenterpisah yang menjelaskan perbaikan-perbaikan apa saja yang dilakukan.

Kesimpulan
Dalam membuat makalah, bukan cuma konten yang baiklah yang menjadi faktor diterima atau tidaknya makalah tersebut. Ada faktor sosial yang juga sangat mempengaruhi apakah suatu makalah akan diterima atau tidak. Untuk itu, dalam membuat makalah, selain membuat konten yang berkualitas kita juga harus memperhatikan faktor-faktor sosial yang ada.

Komentar
Menurut saya makalah ini dibuat dengan terlalu bertele-tele. Terlalu banyak cerita-cerita, analogi-analogi dan penjelasan yang tampaknya tidak terlalu diperlukan. Banyak paragraf-paragraf yang tidak terlalu tajam dalam menunjukkan inti pembahasannya