6 Okt 2010

Panel surya dilengkapi pembersih debu yang dipakai di Mars



Panel surya dilengkapi pembersih debu yang dipakai di Mars

Panel surya diusulkan agar dilengkapi dengan suatu teknologi yang memungkinkan panel surya tersebut membersihkan dirinya sendiri dari debu. Para ilmuwan mengusulkan teknologi pembersih debu yang digunakan oleh peralatan yang dikirim ke Mars. Panel surya yang bebas debu akan menyerap listrik lebih efektif sekaligus efisien, serta mengurangi biaya perawatan. Demikian menurut sebuah hasil studi yang dilaporkan pada pertemuan yang diadakan American Chemical Society, 22 Agustus.

Sistem pembersih debu itu memiliki kaca atau plastik transparan yang berisi bahan yang sensitif terhadap listrik. Sebuah sensor memonitor kondisi debu. Apabila debu sudah mencapai ketebalan tertentu, sensor akan menghidupkan listrik pada pembersih debu. Gelombang listrik lalu menggeser debu ke tepian, membuat permukaan penerima cahaya kembali bersih.

"Kami berpendapat sistem kami ini sangat menguntungkan ketika  dipakai di daerah yang sangat berdebu dan berpolusi," kata Malay K. Mazumder, Ph.D, pemimpin studi, kepada ScienceDaily. Ia juga mengatakan kalau teknologi pembersih ini ini merupakan satu-satunya teknologi pembersih otomatis yang tidak menggunakan air atau alat mekanik. Artinya, panel surya di daerah gurun harus dilengkapi dengan teknologi ini mengingat harga air bersih yang sangat tinggi di daerah tersebut.

Mazumder menjelaskan, debu 1/7 ons dalam tiap 0,8 meter persegi mengurangi konversi tenaga surya sebanyak 40 persen. "Di Arizona, dalam sebulan jumlah debu bisa mencapat 4 kali lipat dari itu. Jumlah debu lebih banyak lagi di Timur Tengah, India, dan Australia," katanya.

Panel surya, menurut Mazumder, semakin banyak digunakan. Sejak 2003 sampai 2008, jumlah penggunaan tenaga surya meningkat 50 persen dan diprediksikan akan bertambah 25 persen setiap tahun.


sumber:  http://nationalgeographic.co.id

Baterai mobil listrik lebih ramah lingkungan dari perkiraan



Baterai mobil listrik lebih ramah lingkungan dari perkiraan



 Laboratorium teknologi dan sains asal Swiss berhasil menyimpulkan kalau baterai yang dipakai untuk tenaga mobil listrik ternyata lebih ramah lingkungan dari yang diperkirakan.

Mobil yang ditenagai baterai Li-ion dianggap sebagai solusi transportasi ramah lingkungan karena mobil seperti itu dianggap tidak menghasilkan polutan berupa gas seperti yang dihasilkan oleh mobil berbahan bakar minyak. Akan tetapi, beberapa ilmuwan penasaran akan baterainya. Apakah baterainya benar-benar ramah lingkungan?

Untuk mengetahui hal itu, peneliti dari Empa, sebuah laboratorium teknologi dan sains dari Swiss, mencoba memastikan. Mereka menghitung jejak yang ditinggalkan baterai terhadap lingkungan. Jejak itu dilacak mulai dari pembuatan, penggunaan, sampai pembuangan baterai. Mobil listrik yang digunakan untuk pengujian ini adalah mobil yang ukuran dan peformanya mirip dengan VW Golf. Baterai diisi dengan listrik yang serupa dengan listrik dari tempat pengisian baterai di Eropa.

Sebagai perbandingan, Empa menggunakan sebuah mobil berbahan bakar minyak yang sesuai dengan regulasi emisi Euro 5. Mobil itu mengonsumsi bahan bakar sebanyak 5,2 liter untuk 100 kilometer.

Hasil pengujian menyimpulkan kalau mobil dengan baterai Li-ion memang memiliki tingkat polusi yang rendah. Baterai yang digunakan hanya mengambil andil 15 persen dari keseluruhan polusi. Dari 15 persen tersebut, separuhnya berasal dari proses produksi bahan mentah baterai, seperti tembaga dan aluminium. Produksi litium cuma berdampak 2,3 persen. "Baterai Li-ion tidak seburuk yang disangka sebelumnya," kata Dominic Notter yang terlibat dalam studi yang diterbitkan pada jurnal Enviromental Science & Technology.

Dampak negatif terhadap lingkungan--masih berkaitan dengan mobil listrik--lebih banyak dihasilkan oleh pusat pengisian baterai. Listrik di pusat-pusat pengisian baterai masih bersumber dari atom, batu bara, dan pembangkit listrik hidroelektrik. Para ilmuwan menekankan perlunya sumber energi lain yang lebih ramah lingkungan.

Kesimpulan lain yang dapat ditarik dari studi ini adalah sebuah mobil berbahan bakar minyak dapat menyamai kemampuan ramah lingkungan mobil listrik apabila mengonsumsi tiga dan empat liter untuk perjalanan sepanjang 100 kilometer--sekitar 1 liter untuk 20 kilometer.


sumber: http://nationalgeographic.co.id

5 Okt 2010

Nokia Pamer 3 Teknologi Ponsel Masa Depan

Nokia tengah mengembangkan berbagai teknologi ponsel masa depan. Salah satu yang jadi fokus mereka adalah ponsel dengan bodi fleksibel, yang bisa berubah-ubah bentuk.

adalah pusat riset dan pengembangan Nokia yang berpusat di Cambridge, Inggris, yang berusaha mewujudkan bermacam konsep ponsel futuristik.

Mereka pun memamerkan teknologi bernama Nanowire Sensing, Stretchable Electronic Skin dan Electrotactile Experience. Proyek Nokia ini dibesut oleh puluhan periset.

Teknologi Nanowire Sensing memiliki beberapa kegunaan. Di antaranya pengguna ponsel bisa mengamati situasi lingkungan sekitar, seperti seberapa tinggi tingkat polusi udara.

"Tim ini mengembangkan semacam hidung tiruan. Dengen meletakkan kabel nano di atas chip, perangkat ini dapat merasakan adanya perbedaan substansi di sekitar," demikian penjelasan Nokia.

Sedangkan teknologi Stretchable Electronic Skin digunakan untuk membuat ponsel dapat berubah bentuk, sebuah konsep yang dulu diperkenalkan dalam ponsel Nokia Morph. Nokia memamerkan semacam kulit elektronik yang lentur untuk bodi ponsel.

"Kemungkinan ini sepertinya sukar dipercaya, tapi sebuah teknologi semacam ini bisa digunakan untuk membuat perangkat menjadi unik dan bahkan memungkinkan teknologi turut menjadi busana kita," lanjut Nokia.

Sedangkan teknologi Electrotactile Experience dijanjikan membuat sistem layar sentuh bekerja lebih canggih. Berbagai teknologi tersebut masih dalam tahap awal pengembangan. Sepertinya masih butuh waktu lama bagi konsumen untuk dapat mencobanya.


sumber:  http://www.detikinet.com

Anjing pun Bisa Ikut Ngetweet!

Pengguna internet mana yang tak kenal Twitter? Platform 140 karakter itu bak sudah menjadi bagian gaya hidup netizens alias warga dunia maya. Lalu bagaimana kalau yang tak mau kalah eksis di jagat Twitter adalah seekor anjing?

Ya, hewan yang dianggap sebagai teman terbaik manusia itu kini bisa ikut nimbrung menikmati asyiknya Twitter-an. Perangkat bernama Puppy Tweets ini adalah kombinasi dari dua perangkat, yaitu tag anjing dan USB Receiver.

Tag yang dikalungkan pada leher anjing nantinya akan mendeteksi gerakan anjing sehingga memicu tweet yang sesuai. Tweet itu pun akan langsung terposting di situs mikroblogging Twitter.

Best Dog Store tentunya para pemilik harus membuat akun terlebih dahulu untuk anjing mereka kalau ingin peliharaannya eksis di dunia maya.

Lalu seperti apa Twitter anjing? Ketika tag anjing mendeteksi hewan kesayangan sedang tidur, maka ia akan menuliskan: 'Sedang mimpi indah tentang kamu. Kamu membawakan aku makanan!'. Sedangkan bila anjing sedang beraktivitas, maka salah satu tweetnya berisi 'Mengejar semua benda yang bergerak jelas merupakan suatu pekerjaan!'. Menarik bukan?


sumber:  http://www.detikinet.com

Kid Walker, Robot Berpilot Bocah

Mungkin ada sebagian orang yang ketika masa kecilnya ingin menjadi atau setidaknya menunggangi robot. Sayangnya keinginan itu hanya menjadi mimpi belaka. Namun kini tidak lagi.

Berbeda dengan zaman dulu. Pilihan mainan yang makin beragam dan teknologi yang semakin canggih, membuat mimpi anak-anak sekarang untuk menunggangi robot bisa saja menjadi kenyataan.

Perusahaan asal Jepang Sakakibara Kikai lah yang menciptakan robot khusus anak yang dinamai Kid Walker. Gerakan robot seharga USD 21.000 ini telah dibatasi sehingga dapat memberikan keamanan bagi anak-anak yang menjadi pilotnya.

Ubergizmo memang tampak keren berjalan di atas robot, namun gerakan robot itu bisa dibilang tak begitu lincah. Karena meski dilengkapi roda di bagian kaki, robot berbobot 180 kg ini masih bisa memberikan kesulitan bagi anak-anak yang menjalankannya. Ya, walau begitu setidaknya mimpi anak-anak sudah bisa direalisasikan.



sumber:  http://www.detikinet.com