8 Okt 2011

Jalan Kuno Suku Maya di El Salvador Ditemukan

Headline


Arkeolog kembali melakukan penggalian di sebuah desa Maya yang terkubur gunung api 1.400 tahun lalu di El Salvador. Di sana, mereka menemukan jalan kuno menuju kota Maya.

University of Colorado di Boulder (CU-Boulder), Kolorado, mengatakan, jalan yang disebut ‘sacbe’ ini selebar 1,8 meter dan terbuat dari debu vulkanik putih dari letusan terdahulu yang menopang ujung-ujungnya seperti ditulis UPI.

Para warga Maya di desa yang dulu disebut Ceren membuat jalan itu pada 600. Profesor antropologi Payson Sheets di CU-Boulder mengatakan, dalam Yucatan Maya, kata ‘sacbe’ berarti ‘jalan putih’ dan digambarkan sebagai jalan kuno tinggi yang dibangun dengan plester gamping yang menghubungkan kuil, plaza, dan kota.

“Hingga temuan ini, jalan ini hanya dikenal dari area Yucatan di Meksiko dan semuanya dibangun dengan garis batu. Butuh preservasi luar biasa di Ceren untuk memberitahu kita, Maya juga membuat jalannya dari batu,” paparnya.



Sabtu, Hujan Meteor Draconid Capai Puncak


Headline 
Para pengamat langit kembali akan mendapat pemandangan menarik. Sabtu (8/10) dini hari, hujan meteor Draconid akan mencapai puncaknya.

Sebanyak 750 meteor per jam akan muncul esok hari. Fenomena ini terjadi seiring perjalanan Bumi yang melewati aliran debu dan es dari komet Giacobini-Zinner. Komet ini melintasi sistem tata surya dalam tiap tujuh tahun sekali.

“Untuk bisa melihat hujan meteor ini, langit harus dalam keadaan cerah, jauh dari polusi cahaya dan medan pandang ke utara tak terhalang apa pun. Puncak hujan meteor akan terjadi dini hari esok setelah lewat tengah malam,” papar Peneliti Senior Astronomi dan Astrofisika Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional Prof. Dr. Thomas Djamaluddin saat diwawancara INILAH.COM via telepon (7/10).

Namun Indonesia hanya akan kebagian satu hingga dua meteor saja, lanjutnya. “Indonesia tetap bisa melihatnya namun kesempatannya sangat kecil, karena hanya ada satu sampai dua meteor yang bisa dilihat,” paparnya.


3 Okt 2011

Dunia Terbius Indahnya Batik Indonesia

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhgJiDgC5FNipXlQEB2XHb7Yegb_WOdpzIbeO45xJFJF-RSfyseV0KeKfvmXbJOT6XCHCqRAMzLyad5cY7jshrFhiDIrEJ715lu4pbQ2fxy85X9KisCJqnAOQqQfOEQuUIhOmKuE7ZyWtno/s1600/batik+dunia.jpg 

Industri tekstil dunia pun ikut tenggelam dalam euforia Batik Indonesia.

Dunia telah mengakui batik adalah milik Indonesia melalui pengakuan UNESCO pada 2 Oktober 2009. Hampir dua tahun industri batik Indonesia meningkat, tetapi ironisnya masih banyak pengrajin batik yang hidup susah.

Tak hanya Indonesia yang mengalami euforia ini, industri tekstil dunia pun ikut tenggelam dalam euforia Batik Indonesia sehingga terjadi persaingan yang justru semakin memojokkan industri batik tulis dan cap.

Batik print atau kain bermotif batik tersebar dan jadi primadona karena motifnya yang tak kalah bagus. Harganya juga jauh lebih murah dibandingkan batik tulis dan cap.

Hal yang menyedihkan, batik print asal China lebih banyak menguasai pasar. Bahkan pekan lalu, perancang Julien Macdonald menggunakan motif Mega Mendung pada koleksinya di London Fashion Week tanpa mengatakan bahwa motif tersebut berasal dari Indonesia. Ia justru lebih menjelaskan koleksinya terinspirasi dari China.

Ada pula produksi batik print yang dilakukan di Benua Eropa menyerupai desain-desain Batik Indonesia dan di jual ke benua Afrika. Masyarakat Afrika Barat sangat menyukai motif dan warna batik tersebut.

Namun sayangnya, lagi-lagi, batik tersebut bukanlah produksi Indonesia yang dikatakan sebagai negara pemilik batik. Fakta lainnya, ternyata juga terjadi kompetisi ketat di Eropa dalam hal penjualan kain bermotif batik di Afrika.

Jika ditilik dari sejarahnya, batik print dengan desain-desain khas nusantara memang sangat berkembang hampir di seluruh dunia sejak dahulu kala. Menurut Dr. Maria Wronska Friend, antropolog asal Inggris yang mengabdikan diri di Universitas James Cook, Australia, Batik Indonesia telah memengaruhi dunia sejak akhir abad 18 dan awal 19.

Batik masuk ke daratan Eropa sejak 1890 dan berkembang hingga 1930. Menurutnya, ada tiga alasan mengapa batik berkembang di Eropa. "Pada abad ke-19, seni Eropa sangat terpengaruhi oleh seni Asia, terutama Jepang. Seni lukis di Jepang pun terinspirasi dari Indonesia ketika negara ini menjajah Indonesia," ujar Dr. Maria dalam sebuah konfrensi di World Batik Summit 2011.

Gaya ornamen pada batik Indonesia, mirip dengan seni yang berkembang saat itu. Kesenian di Belanda pun terpengaruh batik sejak negara kincir angin tersebut menjajah Indonesia. Seiring berjalannya waktu, batik print semakin berkembang di Eropa.

Saat itu bahkan, tak hanya kain yang diberi motif batik. Di Belanda, motif batik menghiasi porselen, di Polandia, furnitur pun menjadi media sempurna bagi motif-motif tradisional. Industri tekstil bermotif batik di Eropa semakin berkembang.

Bahkan hasil produksinya pun dipasarkan kembali ke Indonesia karena produksi batik print lebih murah dibandingkan batik tulis atau pun cap. Perkembangan industri tekstil batik di Eropa pun tak hanya memengaruhi Eropa, Indonesia, tetapi juga Afrika.

Orang-orang Eropa memutuskan untuk menjual batik ke Benua hitam tersebut. Tak disangka, masyarakat Afrika sangat menyukai motif dan yang ada pada kain bermotif  batik dan menjadi populer. Dengan sedikit penyesuaian dalam hal desain, mereka menggunakan batik untuk merayakan hari-hari besar mereka.

Bahkan diketahui mantan Presiden Afrika Selatan, Nelson mandela adalah pencinta batik. Untungnya, ia lebih mencintai produk batik buatan Indonesia dibandingkan batik-batik yang tersebar di Afrika. "Nelson Mandela mungkin bisa dikatakan sebagai duta Batik Indonesia di dunia karena ia sering kali terlihat menggunakan batik Indonesia dalam acara-acara kenegaraan," kata Dr. Maria.

Tak hanya di Eropa dan Afrika, negara tetangga Australia pun terbius keindahan batik Indonesia. Perkembangan batik di Australia tak lain dan tak bukan karena proyek kolaboratif, di mana suku asli Aborigin belajar langsung dari orang-orang Indonesia yang berkunjung ke Australia.

Mereka menganggap batik sebagai aktivitas spiritual. Adapun desain yang berkembang adalah perpaduan antara kebudayaan Indonesia yang ditandai dengan wayang dan aborigin yang ditandai dengan cicak. Meskipun kain bermotif batik beredar luas, menurut Dr. Maria, Indonesia patut menjadi rumah dari batik-batik dunia.

"Ini karena teknik batik sesungguhnya yang menggunakan malam dan canting tidak berkembang di negara lain. Sehingga kualitas batik Indonesia lebih bagus dibandingkan negara lain," ungkap Dr. Maria.

Bahkan, gambar canting terdapat dalam catatan Sir Thomas Stamford Bingley Raffles 200 tahun lalu ketika ia menduduki Indonesia. Hal inilah yang semakin menguatkan bahwa batik milik Indonesia.

Secara harfiah, memang batik-batik yang berkembang di negara lain tidak dapat dikatakan batik, tetapi hanya kain bermotif batik. Sedangkan, batik sesungguhnya adalah kain yang diwarnai dengan malam menggunakan canting.

Namun, hal inilah yang menjadikannya sebuah dilema. Di saat harga batik tulis yang sarat akan nilai seni tinggi harganya sangat mahal, kain bermotif batik merajai pasar karena harganya yang sangat murah. Pengrajin batik tulis pun semakin termarjinalkan.

Batik Mark Indonesia


Sebenarnya, untuk menandakan orisinalitas Batik Indonesia, label Batik Mark Indonesia (BMI) cukup memberikan angin segar. Tak hanya menguntungkan pembatik, tetapi juga menghindari penipuan terhadap konsumen.

Namun sayangnya, label yang muncul sejak tahun 2009 ini seolah tenggelam karena sedikitnya sosialisasi. Itu karena tak semua pembatik menggunakan label ini.

Dengan BMI, konsumen sebenarnya dapat mengetahui jenis dan kualitas batik. Yaitu batik tulis ditandai dengan label emas, batik cap dengan label perak, dan batik kombinasi tulis dan cap dengan label putih.

Menurut Dr. Maria, Batik Indonesia memiliki masa depan cerah jika dikelola dengan baik. Itu karena keunikan Batik Indonesia tak terbantahkan. "Setiap gambar tangan memiliki keunikan tersendiridan takkan ada yang dapat menirunya," ujarnya.

Ada hal yang harus diperhatikan agar Batik Indonesia terus berkembang. Hal ini terkait motif dan inovasi. "Penggunaan motif yang sama pada setiap batik akan mematikannya. Itulah mengapa inovasi motif perlu dilakukan," kata Dr. Maria.

Tak hanya itu pengembangan teknologi yang dapat mendukung perkembangan industri ini harus dilakukan. Termasuk, mengembangkan pendidikan teknik membatik pada generasi muda dan memperjuangkan copyright motif.

"Copyright juga akan menjadi isu mengingat banyak yang bisa membuat motif batik hanya dengan mencetaknya dengan mesin," ujar Dr. Maria.

 

 sumber

Bayi Belajar Nangis dan Tertawa dalam Rahim

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi59TH6z-ON_Qf-p1ubSv8ILUgn1FZyciU-qxBhIkLi6vuCaEVkrdWapJ9ReeIgHO3VyLaGdbgkCV9k97_80GodRXicoZK0gAAjNhVr7b2T6xqa3SrmrD6OkrInUfX-XfVAiSNa75wwczSM/s1600/janin.jpg 



Setelahnya, gerakan wajah janin akan menjadi lebih kompleks

Perkembangan janin di dalam rahim memang sangat menakjubkan dan selalu menarik untuk diketahui. Penelitian baru-baru ini menunjukkan bahwa bayi belajar mengekspresikan kebahagiaan dan kesedihan sejak di dalam kandungan.

Bayi di dalam rahim mengembangkan berbagai gerakan wajah sedemikian rupa dan sangat mungkin untuk diidentifikasikan sebagai ekspresi tertawa dan menangis.

Untuk pertama kalinya, sekelompok peneliti mampu menunjukkan bahwa ekspresi wajah berkembang pada kehamilan usia 24-36 minggu. Setelahnya, gerakan wajah janin akan menjadi lebih kompleks.

Seperti dilansir dari Female First, mereka meneliti rekaman video gerakan wajah janin yang diperoleh dari mesin USG 4D pada tahap akhir kehamilan. Mereka meneliti janin yang sama setelah mereka memastikan bahwa janin dalam keadaan sehat pada hasil pindai minggu ke 20, 24, dan 36. Mereka menemukan bahwa pergerakan wajah janin menjadi lebih kompleks dari waktu ke waktu.

Janin pada tahap pertama pengamatan di minggu ke 24 mampu menggerakkan satu otot wajah mereka. Mereka merenggangkan bibir mereka atau membuka mulut mereka. Di minggu ke 35, janin mulai menggabungkan sejumlah gerakan otot wajah, misalnya menggabungkan perenggangan bibir, menurunkan alis mata, dan memperdalam alur nasolabial (garis bawah pipi) sehingga menjadi ekspresi yang dikenali.

"Ini adalah wawasan baru yang menarik dalam proses perkembangan janin. Penelitian ini untuk pertama kalinya menunjukkan bahwa pada janin yang sehat ada perkembangan kompleks gerakan wajah," ujar Profesor statistik sosial Brian Francis dari Universitas Lancaster Fakultas Matematika dan Statistik, yang tergabung dalam tim peneliti.

Meskipun janin tidak dapat membuat suara, ini berarti sebelum dilahirkan bayi sudah belajar bagaimana mengekspresikan beberapa ekspresi wajah seperti menangis dan tertawa.

Dalam penelitian sebelumnya, diketahui bahwa bayi berkedip sebelum dilahirkan, serta diidentifikasikan bahwa mereka cemberut di dalam rahim. "Namun, dalam penelitian ini untuk pertama kalinya kami telah mengembangkan metode coding dan analisis untuk melacak peningkatan kompleksitas gerakan ekspresi wajah janin," ujar Dr Nadja Reissland dari Universitas Durham.

Para peneliti berpendapat bahwa gerakan-gerakan tersebut dikembangkan sebelum bayi merasakan emosi, sama seperti gerakan latihan pernapasan di dalam rahim.

Para peneliti kini merencanakan untuk melihat apakah pergerakan wajah janin dapat membedakan ibu yang merokok selama kehamilan dan yang bukan perokok. Mereka juga akan memeriksa perkembangan yang berkaitan dengan ekspresi marah, tersenyum, dan sedih.


sumber: http://kosmo.vivanews.com

1 Okt 2011

Bocah 11 Tahun Ubah Orientasi Seksual

Ia merasa perempuan yang terperangkap dalam tubuh laki-laki.

Transeksual dan trangender sudah menjadi fenomena dalam kehidupan masyarakat sejak lama. Menyadarinya perubahan orientasi seksual ternyata bukan soal usia, seperti pengalaman bocah laki-laki ini.

Thomas Lobel, yang masih berusia 11 tahun, sudah bisa mengatakan bahwa dirinya seorang perempuan yang terperangkap dalam tubuh laki-laki. Tammy, sapaannya, bahkan sedang menjalani terapi hormon untuk menghentikan pertumbuhan hormon laki-laki menjelang masa pubertasnya, di Berkeley, California.

Tammy adalah anak yang diadopsi oleh dua ibu lesbian. Menurut kedua ibunya, mereka tidak pernah memaksa Tammy untuk menjadi seorang gadis. Meski demikian, mereka selalu menjadi tameng untuk dipersalahkan oleh keluarga dan lingkungan sosial.

Mereka mengatakan bahwa Tammy sudah menunjukkan tanda-tanda perubahan orientasi seksual ketika berusia tiga tahun. Saat sedang belajar berpidato, ia mengatakan, "Saya seorang perempuan."

Kedua orang tuannya, Pauline Moreno dan Debra Lobel, mengatakan bahwa anaknya mengalami depresi karena mengetahui dirinya terlahir sebagai laki-laki. Bahkan, ia sempat mengancam akan memotong penisnya.

Pasangan lesbi ini menikah pada 1990, memiliki dua anak dan cucu dari pernikahan mereka sebelumnya.

Tidak seperti kedua kakak laki-lakinya yang atletis, Thomas justru menyukai buku komik Wonder woman dan bermain boneka. Ia lebih memilih memakai aksesoris rambut dibandingkan topi baseball.

Ketika berusia tujuh tahun, setelah mengancam akan memotong penisnya, terapis dan psikiater mendiagnosa Tammy mengidap gangguan identitas gender. Setahun kemudian, orang tua mereka mengizinkan dirinya untuk mengambil langkah transisi menjadi seorang anak perempuan dengan membiarkan dia memilih pakaiannya sendiri dan memakai bra.

"Begitu kami membiarkan Tammy memakai gaun, kepribadiannya berubah dari seorang anak kesepian menjadi anak yang ceria," ujar Pauline pada CNN.

Tahun ini, Tammy mulai menjalani terapi hormon dengan mengonsumsi obat-obat untuk menghentikan pertumbuhan hormon prianya. Obat tersebut akan menunda perkembangan tubuhnya dari pertumbuhan bahu menjadi bidang, suara menjadi lebih berat, dan menghentikan pertumbuhan rambut-rambut pada tubuhnya.

Diagnosa ini sulit untuk diterima bagi kedua orang tuannya, tapi mereka bersikeras bahwa kondisi Tammy tak ada hubungannya dengan orientasi seksual mereka. "Banyak yang mengatakan bahwa kami yan mendorongnya melakukan hal ini. Kami adalah lesbian. Oh Anda ingin dia menjadi bagaian dalam gaya hidup kalian," ujarnya.

Tapi mereka bersikeras bahwa mengizinkan putranya menjadi seorang perempuan adalah keputusan yang sulit.

Mereka mengatakan bahwa terapi hormon akan memberikan ia waktu untuk mengetahu apakah ia benar-benar ingin menjadi perempuan atau kembali menjadi laki-laki.

Jika ia memilih untuk menghentikan terapi hormon, ia akan mengalami pubertas sebagai seorang laki-laki. Jia ia ingin meneruskan untuk menjadi seorang wanita ia dapat melanjutkan terapinya dengan mengonsumsi obat hormon wanita yang akan menaikkan nada suaranya, menumbuhkan payudaranya, dan mengembangkan karakteristik fisik wanita lainnya.


sumber: http://kosmo.vivanews.com